Deoxa Indonesian Channels

lisensi

Advertisement

ADVERTISING
NEGARA ONLINE
Kamis, 05 Februari 2026, 11:30 WIB
Last Updated 2026-02-05T05:31:29Z
Pendidikan

Pak Presiden Tolong Perhatikan Nasib Honorer Pemkab Asahan

Advertisement

Asahan - Suara rakyat adalah suara tuhan, tapi hari ini suara rakyat tangisan tuhan lantaran kami guru honorer non database dzolimin.

Lentingan tersebut dilontarkan guru dalam aksi didepan kantor Bupati  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan Propinsi Sumatera Utara. Kamis (5/2/26).

" Gaji kami kecil kami terima, gaji kami terlambat kami terima. Kami tidak terima dirumahkan," ujar peserta aksi.

Aksi para guru tergabung dalam Seruan aksi guru honorer non database BKN Kabupaten Asahan di komandoi Koordinator Lapangan (Korlap) Rizky Afriatama.

" Pemkab Asahan dzolim terhadap honorer non database yang sudah PPG dan non PPG. Berikan kami solusi bukan PHK
#Save guru honorer yang dirumahkan," tertuang dalam bentangan spanduk.

Diantara tulisan karton sebagai ungkapan para guru honorer:
* Indonesia sehat nasib guru sekarat
* Keadilan untuk guru honorer
* Pengabdian kami nyata janji kalian mana
* Pak Presiden tolong perhatikan nasib honorer
* Kami mendidik dengan hati mohon perlakukan adil

Tuntutan para guru honorer pendemo
1. Tidak dirumahkan guru honorer dan tendik non database Asahan.
2. Memberdayakan guru honorer tanpa ada pemberhentian dengan memberikan kejelasan terkait status yang berhubungan dengan dana sertifikasi.
3. Honorer dan tendik yang tidak memiliki sertifikasi agar tetap mendapatkan gaji dari dana bos.
4. Memperhatikan guru yang belum masuk dapodik dan sudah bekerja dari 2 tahun berturut turut.

Hingga berita ini diterbitkan para pendemo menanti sambutan Pemkab Asahan. (Bawadi Sitorus)