Advertisement
Keterangan gambar: Ketua DPD LSM PKP Asahan Jangga S Manurung SH MH dan Sekretaris Agustua Panggabean
Asahan - Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Pedang Keadilan Perjuangan (LSM PKP) Jangga S Manurung SH Kabupaten Asahan secara terbuka dan tegas mendesak Bupati Asahan agar segera mencopot Kepala Bidang (Kabid) SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Asahan yang diduga telah “memainkan anggaran” pendidikan.
Desakan ini menyusul terungkapnya fakta keterangan orang tua siswa berprestasi Bawadi AN Sitorus SH. Bahwa anaknya yang seharusnya ikut olimpiade matematika tidak didukung dengan alasan tidak ada anggaran.
Ironisnya, Kabid SMP Disdik Asahan diduga malah menyuruh orang tua siswa Bawadi AN Sitorus SH. untuk membiayai sendiri seluruh kebutuhan kompetisi, mulai dari biaya pendaftaran, transportasi hingga akomodasi.
Ketua LSM Pedang Keadilan, Jangga S. Manurung, SH., MH, yang juga di dampingi Skretaris DPD Pedang Keadilan Perjuangan Agustua Panggabean menilai kejadian ini sebagai bentuk nyata kegagalan pejabat publik dalam menjalankan amanah jabatan.
" Ini bukan sekadar kelalaian, ini adalah pengkhianatan terhadap dunia pendidikan". Pungkas Jangga.
Anggaran pendidikan ada, tetapi siswa berprestasi justru disuruh bayar sendiri. " Lalu anggaran itu dipakai untuk apa? Ini patut diduga sebagai permainan anggaran,” tegas Jangga.
Menurutnya, tindakan tersebut menunjukkan bahwa Dinas Pendidikan Kabupaten Asahan telah kehilangan kepekaan sosial dan komitmen terhadap pembinaan prestasi siswa.
“Kalau pejabat seperti ini masih dipertahankan, maka Bupati Asahan ikut bertanggung jawab atas matinya semangat prestasi anak-anak daerah. Kami minta Bupati Asahan jangan tutup mata dan segera copot Kabid SMP Disdik Asahan sebelum kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah semakin runtuh,” lanjutnya.
LSM PKP juga mendesak agar Inspektorat dan Aparat Penegak Hukum (APH) segera turun tangan untuk mengaudit seluruh penggunaan anggaran yang berkaitan dengan pembinaan siswa berprestasi dan kegiatan olimpiade.“Jangan sampai dunia pendidikan dijadikan ladang untuk memperkaya diri." Sebut Jangga.
" Anak-anak berprestasi tidak boleh dijadikan korban dari permainan kotor oknum pejabat,” tutup Jangga.
DPD LSM PKP menegaskan akan menindaklanjuti persoalan ini hingga tuntas jika Bupati Asahan tidak segera mengambil tindakan tegas. (Agustua Gabe)
