Advertisement
Negaraonline, Asahan - Berdasarkan pengamatan kroscek di lapangan dari AAN selaku salah seorang pengamat kontrol sosial dari (Dewan Pimpinan Daerah) DPD DEMOKRASI 14 GBPU ASAHAN pada Jumat 9 Januari 2026 sekira pukul 10:01 WIB tepat nya mengarah menuju Desa Silau Tua Kecamatan Setia Janji.
Menurut penilaiannya pembangunan tersebut diduga asal jadi, "kelihatan tidak kokoh dan di tempel - tempel semennya." Sebut Aan didepan ruangan Kantor Bupati Asahan. Rabu (21/01/26).
Lebih lanjut dikatakan Aan, selain itu dibawah jembatan tersebut masih banyak puing - puing bekas jembatan lama yang tidak di singkirkan yang sudah pasti akan berdampak tumpatnya saluran sungai.
" Konstruksi bangunannya kelihatan menanjak ekstreme licin berbahaya bagi pengguna jembatan yang kini menjadi trending topi dikalangan masyarakat lantaran menuai keluhan warga yang melintas baik menggunakan kenderaan mobil roda 4 atau sepeda motor roda dua. " Terang Aan.
Ditambahkan Aan, dalam dokumentasi yang diambil sampel bangunannya di sekitaran pembangunan jembatan tersebut tidak terlihat adanya papan plank proyek. "Terkesan proyek siluman. Dan kabar informasinya proyek dari provinsi Sumatera utara." Pungkasnya.
" Menurut keterangan warga pembangunan jembatan tersebut menelan sebanyak 5,4 miliar. Tahun pengerjaan 2025 hingga sekarang bangunan jembatan tersebut masih dalam pengerjaan dan belum selesai." Sebut Aan.
Tindakan selanjutnya sebagai kontrol social Aan dalam hal ini akan mempertanyakan kepada pemerintahan Kabupaten Asahan baik Bupati dan DPRD di Kabupaten Asahan terkait tanggapannya.
" Hal ini akan saya Rapat Dengar Pendapat (RDP) kan ke kejaksaan tinggi Sumatra Utara siapa yang melaksanakan pengerjaan proyek jembatan ini "tutupnya. (Bawadi)
